Danrem 022/PT Resmikan Lapangan Outbound untuk Hindari Dampak Game Gadget Pada Anak
Foto, Danrem 022/PT, Brigjen Tagor Rio Pasaribu, SE, meresmikan Lapangan Outbound Korem 022/PT Sepindonesia.com | PEMATANG SIANTAR – Danrem 022/PT, Brigjen…
Sepindonesia.com | KARO – Skill kompetensi adalah lamdmark seseorang terhadap penguasaan sebuah keahlian. Kita bisa kilas balik ke tahun 80 an punya ijazah SMA ( Sekolah Menengah Atas ) saja sudah bisa langsung bisa bekerja.
Tahun 70 an ijazah SMP ( Sekolah Menengah Pertama ) saja sudah cukup sedangkan tahun 60 an kebanyakan hanya ijazah SD ( Sekolah Dasar ) saja.
Hal ini berarti zaman dahulu pendahulu kita masih mengandalkan kecerdasan akademik ( IQ ) Intelegen question, hal ini di sampaikan Samion Petrus Perangin – angin di kediaman nya, di DDS Three Light Kursus Musik di Kabanjahe pada Selasa ( 02/08/2022) sekira pukul 20.30 WIB.
Baca Juga :
Samion Perangin Angin menambahkan, namun sejak era millenial persaingan sudah semakin ketat sekali sehingga sangat membutuhkan pendampingan kecerdasan akademik tersebut seperti di awal tulisan, di butuhkan Kompetensi Skill untuk ( EQ) Emotional Quetion paparnya.
Emotional Question yang di maksud disini salah satunya adalah keahlian di bidang seni musik yang terdiri dari dua bagian yaitu musik clasic dan musik Pop. Khusus untuk musik clasic, Negara maju dan ahli kesehatan sudah mengakui sebuah terapi yang dapat meningkatkan volume otak sejak usia kandungan, Itu lah yang di kenal dengan terapi musik clasic ( Mozart Bet Houven) dll.
Di samping itu musik clasic juga dapat melatih fungsi otak kiri walaupun domain sesungguhnya berada di range otak kanan terang Samion.
Sedangkan musik Pop, zaman sekarang lebih condong fungsinya di ranah musik hiburan ( enternainer). Dua jenis musik ini tentu secara alami membuat seseorang yang menekuninya atau melatih dirinya akan memiliki skill kompetensi, seperti ahli bermain gitar, drum, piano, vocal, dan alat musik lainnya ujar Samion.
Kata Samion sesuai dengan pengalaman saya selaku praktisi pendidikan musik bahwa zaman sekarang, generasi muda yang hendak melanjutkan karier pendidikan ataupun mencari pekerjaan, ketika dia memiliki sertifikasi kompetensi musik maka akan sangat membantu, walaupun bukan jurusan di bidang akademik. Sertifikat tersebut menjadi sebuah nilai plus dalam melaksanakan pelamaran kerja atau melanjut sekolah ketingkat lebih tinggi.
Sementara Eduartdus Sinurat ( 43) yang datang mendaftarkan anak untuk latihan musik mengatakan saya berfikir pentingnya keahlian di bidang musik mampu membuat anak semakin gampang bersosialisasi dan untuk backing ilmu akademik anak.
Saya juga ingin keinginan saya dulu yang tidak kesampaian, kiranya anak saya tidak mengalami hal yang sama ucapnya karena saya melihat talenta seni tersebut ada di diri anak tutupnya.(Bastaman Purba/Red)
Foto, Danrem 022/PT, Brigjen Tagor Rio Pasaribu, SE, meresmikan Lapangan Outbound Korem 022/PT Sepindonesia.com | PEMATANG SIANTAR – Danrem 022/PT, Brigjen…
Foto, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A….
Foto, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., pimpin upacara pelantikan Wakapolda Kepri dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah…
Foto, calon siswa Bintara pada pemeriksaan Kesehatan Sepindonesia.com | BATAM – Polda Kepri terus mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan…
Foto, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr dr Antonius Ginting Sp.OG M.Kes, bersama pemilik Warung Wajik Bahagia Seindonesia.com | KARO…
Foto, Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, M.K.M pada acara Konsultasi Publik Sepindonesia.com| LABUHANBATU – Dalam rangka melaksanakan ketentuan…
Foto, Pimpinan Cabang BRI BO Tebing Tinggi Charisma Bayu Aji bersama karyawan BRI sedang melakukan pelayanan Sepindonesia.com | TEBING TINGGI…