Screenshot_2024-10-23-20-45-02-91_3a637037d35f95c5dbcdcc75e697ce91

Pertahanan dan Ketahanan Pangan Upaya Mewujudkan Kedaulatan Cita-Cita Proklamasi Bangsa

IMG_20240802_195211

Ditulis oleh Jacob Ereste pada Jumat 2 Agustus 2024

Sepindonesia.com | JAKARTA – Krisis pangan di negeri pertanian seperti Indonesia memang tragika dari akibat ulah manusia. Padahal, apapun yang ditanam di negeri ini, nyaris semua tetumbuhan bisa hidup dan menghasilkan produk pertanian yang melimpah ruah. Yang penting adalah hasrat untuk memelihara dan mengembangkan, sehingga tidak semua hasil pertanian kita bisa diklaim Thailand, Bangkok bahkan buah-buahan dari China.

Padahal, buah-buahan langka yang tidak ada di negeri orang pun cukup banyak, hingga bisa menjadi produk unggulan yang tidak cuma menghasilkan devisa, tapi juga gengsi dan pamor Indonesia sebagai negeri yang gemah Ripah loh jinawi. Setidaknya untuk bera, kacang kedele, kacang hijau, jagung serta umbi-umbian yang khas Nusantara bisa dihasilkan oleh petani Indonesia dengan bimbingan dan pengarahan yang benar sampai kepada pasar lokal maupun pasar global.

Cerita tentang pertahanan dan ketahanan pangan masih menjadi mimpi, apalagi hendak mengembalikan masa kejayaan ketika bangsa-bangsa Eropa datang beramai-ramai pada sekitar tiga abad silam yang sangat kesengsem pada pala, cengkeh, kopi hingga gula bahkan kayu manis dan kapur Barus yang mampu dimaksimalkan produknya hari dengan tekat yang serius dari pihak pemerintah dengan cara memberi dukungan, bimbingan serta arahan yang disesuaikan dengan kemajuan jaman.

Suatu daerah misalnya Lampung hingga Palembang, dapat dijadikan pusat pengembang kopi. Demikian juga Jambi dan Bengkulu bisa menjadi penghasil cengkih hingga tembakau seperti yang tumbuh dengan baik di Danau Ranau hingga sebagian daerah Sumatra Barat.

Sikap serius dari pemerintah untuk untuk mewujudkan pertahanan dan ketahanan pangan bisa dimulai dari menggelorakan petani yang konsentrasi petani yang bercocok tanam bahan makanan pokok, untuk kemudian dikembangkan kepada petani yang berminat bercocok tanam jenis tanaman pendukung lainnya. Sebab pola petani Indonesia hari ini terkesan yang ingin serba cepat dan praktis menghasilkan uang untuk sekedar menutupi kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, good will pemerintah harus serius dan rinci memetakan pola bercocok tanam bagi petani Indonesia pada era milenial sekarang ini. Karena bagaimana pun, pola konsumsi masyarakat lokal hingga masyarakat global telah ikut bergeser, seperti misalnya tak lagi merasa lebih nyaman menikmati kopi hangat di warung yang dikelola dengan penampilan lama, karena kebutuhan — terlebih gengsi — yang harus disertai dengan tampilan dan suasana yang tak sekedar cuma menghadirkan kenyamanan, tetapi juga suasana santai yang mampu meredakan kesumpekan hidup sehari-hari.

Suasana di perkebunan rakyat yang masih bersifat tradisional pun perlu disesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan jaman, seperti penerangan listrik hingga sarana komunikasi yang canggih, bukan semata untuk memenuhi keperluan hidup, tetapi juga untuk mengatasi kejemuan saat berada jauh dari keramaian yang telah terlanjur menjadi bagian dari irama hidup. Artinya, pembangunan infrastruktur yang selama ini telah banyak dibangun oleh pemerintah, saatnya untuk diarahkan pada usaha produktif yang riil bagi rakyat untuk memiliki penghasilan ekonomi guna mencukupi kebutan hidup mereka yang selama ini terkesan seperti puasa rutin pada hari Senin dan Kamis.

Karena itu, gagasan untuk pemerintah Segers memetakan konsentrasi bercocok tanam bagi petani Indonesia harus segera dimulai agar mampu menghadapi krisis pangan serta kecenderungan menjadi konsumen dari bahan pangan impor yang sesungguhnya bisa dan mampu dihasilkan oleh petani Indonesia sendiri. Maka itu, penggunaan lahan produktif untuk dialih fungsikan harus lebih diperketat. Tidak semua lahan boleh ditanami beton atau sejenis bangunan yang masih bisa ditumpuk dalam satu blok tertentu yang telah terlanjur menjadi bangunan gedung yang cuma dapat dinikmati oleh segelintir orang kata semata.

Ketahanan pangan dan pertahanan pangan bangsa Indonesia harus segera dipersiapkan sekarang juga. Bukan semata untuk menghadapi krisis pangan yang akan melanda dunia, tapi lebih dari itu hakekat dari kedaulatan pangan merupakan bagian dari cita-cita kemerdekaan — ingin menghapus penjajah (lewat pangan) bagi segenap warga bangsa Indonesia yang juga patut mandiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam budaya yang khas dari masyarakat agraris. (**)

pt sep gambar

Ibu Janda, Kaum Dhuafa Merana Karena Oknum Kepala Desa

Foto, saat ibu janda yang merupakan kaum dhuafa ibu Samikem mengangkat barangnya pindah ke dari rumah miliknya ke rumah kontrakan….

Read More...

Harwan Muldidarmawan : Media Memiliki Peran Penting Dalam Memberikan Informasi Mudik

Foto Executive Chairman B-Universe, Enggartiasto Lukita, dan Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan Sepindonesia.com | JAKARTA…

Read More...

BPOM Telah Melakukan Pemeriksaan Total 1.190 Peredaran Pangan Olahan

Foto, Kepala BPOM Taruna Ikrar pada konferensi pers Sepindonesia.com | JAKARTA – “Pada intensifikasi pengawasan (inwas) pangan jelang Ramadan dan…

Read More...

Kodam I/BB, Poldasu dan Pemprovsu Bersinergi Musnahkan Alat Mesin Perjudian

Foto Kodam I/Bukit Barisan bersama Polda Sumut dan Pemprovsu bersinergi dalam konferensi pers pemusnahan 44 unit mesin perjudian Sepindonesia.com |…

Read More...

Terdakwa Hasto Kristiyanto Bacakan Eksepsi Atas Dakwaan Jaksa

Foto terdakwa  Hasto Kristiyanto pada persidangan pembacaan eksepsi  Sepindonesia.com| JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi…

Read More...

Kades Kampung Dalam Masngut Bohongi Wartawan

Foto, Kepala Desa Kampung Dalam Masngut,S.Sos Sepindonesia.com | LABUHANBATU – Kepala Desa (Kades) Kampung Dalam Masngut,S.Sos bohongi Wartawan saat hendak…

Read More...

Bupati Karo Optimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat Lebih Berkualitas

Foto, Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr dr Antonius Ginting Sp.OG M.Kes, memberi perintah kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan, Direktur…

Read More...

Pangdam I/BB Pimpin Upacara Penutupan TMMD Ke-123 TA 2025

Foto, Pangdam I/BB, Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 TA 2025 secara serentak….

Read More...

Pangdam Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2025

Fito, Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Rio Firdianto menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Toba 2025  Sepindonesia.com |…

Read More...